
Pelajaran yang satu ini identik dengan sosok yang ditakuti para pelajar. Entah karena mengaggapnya susah, repot, membosankan, atau gurunya yang tidak bisa mengajar.
Tidak terkecuali dikelasku. Banyak teman-teman bahkan terkadang aku sendiri, yang benci, bingung, & bosan dengan pelajaran ini. Kadang, tidurpun menjadi antiklimaksnya.
Bicara soal ini, aku jadi ingat masa-masa aku SD, dimana aku selalu semangat mengikuti pelajaran ini bersama guru yang luar biasa, Ustadz Fajar. Matematika waktu itu adalah teman dekatku, teman mainku, sesuatu yang sangat aku sukai. Teman-temanku pun semangat belajar. Meninggalkan matematika dengan tidur merupakan hal yang tabu waktu itu.
Namun, entah mengapa, disini banyak yang benci, bingung dan bosan, termasuk aku sendiri. Mungkin, karena terlalu banyak teori. Padahal, matematika, bahkan semuanya, akan lebih mudah jika dipelajari dengan logika dan pemikiran, bukan dengan cara menghafal teori.
Mungkin juga, karena kondisi belajar yang tidak kondusif. Ada satu anak yang tidur, yang lain pun terbawa arus dan ikutan tidur. Kasihan guru yang menerangkan, karena yang mendengarkan cuma sedikit. Yang kebanyakan telah tumbang termakan rayuan maut setan. Mereka tidak tahu pentingnya matematika untuk keberlangsungan hidup dimasa depan.
Mungkin juga karena cara guru menjelaskan yang kurang dipahami murid. Memang, susah menjadi seorang guru matematika. Diperlukan skill yang mumpuni, pengetahuan tentang karakteristik murid, pengalaman, serta kesabaran tinggi. Cara mengajarkannya pun harus menyesuaikan karakter murid. Semoga ini dapat menjadi saran bagi seluruh guru matematika di Indonesia, bahkan didunia, yang ditulis seorang siswa kelas 1 SMP.
Dan semoga juga, para pelajar dinegeri ini menjadi sedikit bertambah rasa cintanya terhadap matematika.

1 comments:
jangan ikutan bosan. Justru itu adalah peluang. Umumkan pada khalayak: Cara gampang kuasai Matematik, hanya 15 menit per hari. Hubungi fatah. Ditanggung 100% makin bingung...!
Post a Comment