Wednesday, May 16, 2012

Andrea Hirata


Lelaki yang lahir 24 Oktober 1982 di pulau Belitung, Bangka Belitung ini adalah salah satu penulis lokal favoritku. Aku mulai terkagum-kagum padanya setelah membaca beberapa novelnya. Dewasa ini, aku sudah membaca Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, serta dwilogi Padang Bulan. Insya Allah, aku mau baca Sebelas Patriot punya teman diponpes.

Novel-novel karyanya sangat bagus dan menarik untuk membaca. Bercerita tentang kisah Andrea

Tuesday, May 15, 2012

Matematika


Pelajaran yang satu ini identik dengan sosok yang ditakuti para pelajar. Entah karena mengaggapnya susah, repot, membosankan, atau gurunya yang tidak bisa mengajar.
Tidak terkecuali dikelasku. Banyak teman-teman bahkan terkadang aku sendiri, yang benci, bingung, & bosan dengan pelajaran ini. Kadang, tidurpun menjadi antiklimaksnya.

Bicara soal ini, aku jadi ingat masa-masa aku SD, dimana aku selalu semangat mengikuti pelajaran ini bersama guru yang luar biasa, Ustadz Fajar. Matematika waktu itu adalah

Monday, May 14, 2012

Tahfidz Qur'an


Disekolahku, tepatnya SMPIT Darul Fikri boarding school, salah satu kegiatan utamanya adalah menghafal al-Qur'an. Sesuai dengan slogannya, "sekolah para juara dan penghafal al-Qur'an".
Setiap pagi dan siang, aku dan seluruh santri disini rutin menyetorkan hafalan kepada ustadz-ustadzahnya. Malamnya, sehabis maghrib, kami memurojaah hafalan kami.
Aku masih ingat ketika baru masuk sekolah ini dan masih berpredikat "siswa baru"

Sunday, May 13, 2012

Shopping Buku

Sabtu kemarin, tepatnya tanggal 12 Mei 2012, sekolahku mengadakan kegiatan "Reading Mania". Aku dan teman-teman sekelasku, bersama 2 orang ustadzku pergi ke Togamas Surabaya untuk belanja buku. Sekitar jam 9 pagi, kami semua berangkat menggunakan minibus yang talah dipesan sekolah.
Mungkin sisupir mengira hari ini akan macet, diapun mengambil jalan yang asing bagi kami. Suasana di dalam bus juga sama seperti bus-bus ekonomi pada umumnya. Teman-temanku yang tidak dapat tempat duduk, berdiri sambil menahan rasa ngantuknya. Sedangkan yang mendapat tempat duduk, mandi keringat.
Ternyata, jalan yang diambil supir itu pun macet. Matahari pun dengan teganya memancarkan sinarnya tepat diatas kami.
Saat itu, aku sempat emosi, sudah jalan macet, cuaca tidak mendukung pula. Alhamdulillah, Farhan, temanku yang memiliki predikat sebagai anak yang