Pekan-pekan ini, perhelatan akbar Ujian Nasional yang menentukan kelulusan ini sedang berlangsung. Alhamdulillah, karena kakak kelas UN, adik kelas diliburkan seminggu. Liburan yang lumayan panjang. Kami yang tidak ikut UN hanya bisa membantu dengan do'a. Semoga sukses. Semoga lulus dengan nilai yang membanggakan.
Ngomong-ngomong UN, pelaksanaan ujian tersebut di Indonesia terbilang sangat kacau. Penuh intrik dan kecurangan yang dilakukan demi kelulusan yang sudah menjadi harga mati. Contekan, jual beli kunci jawaban yang harganya jutaan, demi satu kata yang terdiri dari 5 huruf : GELAS, eh, salah tulis, yang bener : LULUS. Pengawasnya pun membiarkan, bahkan memberitahu jawabannya. Mungkin itulah akibat sifat orang Indonesia yang mudah terpancing uang suap. Mental korupsi. Mental pengemis.
Sanking kacaunya, sampai ada yang membuat opini UN dihilangkan. Enak juga sih...., pikirku. Dari pada kecurangan kecurangan baru muncul. Tapi solusinya bukan begitu. Sekarang sekelas terdiri 20 orang dan 20 paket soal. Jadi, setiap siswa mendapat soal yang berbeda. Kalau begini kan....jadi lebih sulit berbuat curang. Dengan sepenuh hati, aku teriak KAPOK!! dalam hati.

0 comments:
Post a Comment